Selasa, 28 Januari 2014

Surat Seorang Istri



Purwokerto, 21st Dec 2009


Dedicated to My  Husband



“Selamat Ulang Tahun Pernikahan yang ke-7”


Abi..., tak terasa lebih 7 tahun kita telah menjalani samudera kehidupan ini bersama. Senang, susah, sedih, gembira, menangis & tertawa telah menghiasi hari-hari kita. Bahkan terkadang dilalui dengan pertengkaran-pertengkaran. Alhamdulillah kita dapat menjalaninya dengan segala keterbatasan yang ada.
Abi,, ingat waktu kita dalam kondisi yang sangat terpuruk? Alloh telah menunjukkan kasih sayang-Nya dengan menguji Iman dan ekonomi kita. Saat itu, tak ada yang dapat membangkitkan semangat kita selain tujuan untuk melunasi semua kewajiban-kewajiban kita. Saat itu, tak terbersit sedikitpun dalam hati Umi untuk meninggalkan Abi, walaupun Abi sempat menawarkan kesediaan Umi meninggalkan Abi. Bi, seiring berjalannya waktu, Alloh selalu memudahkan jalan kita dalam mencapai tujuan kita, walau kadang kita sering tak mengingatnya (Astaghfirulloh…).
Abi sayang, tak terbayangkan ya, kita sudah punya rumah..(walaupun masih kredit..he..he..he). Itu adalah salah satu bukti dari kekompakan kita selama ini. Bi, selama kita bersama, ada banyak hal yang telah kita lalui, tentunya banyak tindakan dan kata-kata Umi yang kurang berkenan. Mungkin selama ini pelayanan Umi kurang memuaskan, Umi mohon maaf ya Bi. Mungkin saat itu Umi sedang cape atau sedang banyak pikiran. Sekali lagi maaf ya Bi..
Abi sayang, sekali lagi, Umi ucapkan “Selamat Ultah Pernikahan yang ke-7”…
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan Iman, Islam, kekuatan, kesehatan & keselamatan kepada kita, agar kita dapat menjalani kehidupan ini bersama fi dunya wal akhirat…
Semoga Alloh segera  memberikan anak yang sholih & sholihah, yang dapat menjadi penyejuk mata, & amal jariyah kita di akhirat kelak…
Semoga Alloh senantiasa melimpahkan rizki yang berkah, dan melimpah… dan…
Semoga kita selalu dalam lindungan dan ridlo-Nya … Amin ya robbal’aalamin.
Abi, diakhir tulisan ini, Umi ingin mengutarakan keinginan Umi. Umi ingin kita bisa menggiatkan amalan-amalan kita lagi. Umi yakin, kita pasti bisa mencapai semua keinginan kita. Alloh pasti akan mengabulkan doa kita. Ingat Bi,  masih banyak doa-doa kita yang belum terkabulkan. Tolong ingatkan Umi juga ya, kalau Umi sering lupa. Tetep semangat ya Bi… Kita pasti bisa..!

Who always care & love you,
                                                                                                       
                                                                                                      Your Wife

Surat itu adalah surat yang dibuat oleh seorang istri untuk menyatakan rasa cinta dan terima kasihnya kepada suaminya. Ya, waktu itu adalah hari ultah pernikahan mereka yang ke-7. Tepatnya mereka menikah 20 Desember 11 tahun yang lalu atau di tahun 2012 mereka menikah. Ya, jika takdir Alloh tidak memisahkan mereka, di Bulan Desember kemarin mereka merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-11. Tapi manusia hanya bisa berencana, dan Allohlah yang punya kuasa atas semua makhluk-Nya.

Tepatnya 3 bulan setelah mereka merayakan ultah pernikahan yang ke-9, sang Suami menceraikannya secara agama. Sungguh suatu kondisi yang cukup tragis, tapi itulah kehendak Alloh yang telah menuliskan tentang perjalanan setiap makhluk-Nya , termasuk rizki, jodoh dan kematiannya. Tidak semua yang kita anggap baik, itulah yang terbaik menurut Alloh.

Kini, sudah hampir 2 tahun mereka berpisah dan menjalani kehidupan mereka masing-masing. Sang suami telah menikgh kembali, sementara si istri memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya dan belum menemukan jodohnya kembali.

Meski pahit pada awalnya, tapi yakinlah bahwa akan ada hikmah yang indah dibalik semua peristiwa. Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan keberkahan pada kehidupan mereka.

Sahabat, ada kata bijak yang mengatakan bahwa kadang Alloh menguji kita dengan masalah pada saat Dia memberikan kenikmatan, dan memberikan kenikmatan pada saat kita sedang diuji oleh-Nya. Semoga kita selalu mensyukuri setiap nikmat-Nya dan bersabar untuk semua ujian yang diberikan oleh-Nya. Amiin...

1 komentar:

  1. wuiiiih ini cerita tragis apa romantiz? ya kalo gue abynya gue gak bakalan ninggalin si umi similikiti hehe baca juga ya cerpen gue di
    http://www.infopurwokerto.info/cerpenku-purwokerto-love-storie-3/

    ok salam

    BalasHapus